Then, Lets Love It
Pemicu:
Seorang mahasiswi FKUI yang tengah menggeluti tahun terakhir masa kliniknya. Baru saja menyelesaikan masa-masa sulit dan bahagia di bagian anak. Berlanjut ke bagian obsgin. Kata teman sejawatnya yang sudah melewati obsgin, bagian ini menyenangkan. Begitu pula di bagian lain, bedah. Bagian bedah juga menyenangkan. Saya pun demikian, mengatakan bahwa bagian anak menyenangkan. Kecuali bagian IPD..hehe…
Semuanya mengatakan bagian yang telah mereka lewati menyenangkan. Mereka tidak bohong. Saya pun juga. Mereka jujur menikmati bagian yang pertama kali mereka lewati dengan sukses. Namun, makin lama makin hari, saya makin kurang setuju dengan pendapat teman saya yang sudah lewat obsgin. Begitu pula teman-teman saya yang sudah mulai masuk anak, mereka juga tidak berpikir ’semenyenangkan’ yang saya pikirkan. Kecuali yang baru keluar dari sarang IPD...mereka bahagia.
Ini subjektif. Pendapat subjektif, yang lupa saya perhitungkan. Untuk menganggap suatu bagian menyenangkan, mereka (dan saya) akan membandingkan dengan apa yang mereka (dan saya) rasakan di bagian sebelumnya. Dan karena kami semua menganggap bagian pertama yang kami lewati adalah ’is the best’, karena memang bagian pertama sudah dianggap seperti cinta pertama. Cinta pertama memang yang paling mengesankan, paling mengena di hati, dan yang paling lama usianya. Baik buruknya, semua tergambar sebagai pengalaman pertama yang cantik di otak.
Jadi wajar saja, jika saya kecewa, bahwa obsgin tidak se’menyenangkan’ bagian anak. Wajar saja, jika teman saya kecewa, bahwa bagian anak tidak se’menyenangkan’ bagian bedah. Karena tiap bagian punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya begitu menyukai kelebihan2 bagian anak, sehingga kekurangan bagian anak, saya lupakan. Begitu juga dengan yang lain. Begitu menyukai kelebihan bagian obsgin/ bedah, sehingga kekurangannya dianggap tidak ada.
Intinya, tidak ada yang salah dari masing-masing bagian. Tidak ada yang salah dari pendapat saya maupun teman-teman saya. Yang salah adalah persepsi saya dan teman2 yang terus membandingkan ’cinta pertama’nya dengan cinta kedua. Jadi terasa tidak adil, bukan? Tidak objektif.
Ini baru minggu kedua saya di bagian obsgin. Masih dalam fase-fase mengenali si calon cinta kedua saya. Masih mencoba menyukai. Karena jika tidak, mungkin saya sedikit kesusahan dalam melewati bagian ini.
So, Ganbarimasu!! Ill do my best!!
Nb: 2 minggu ini saya masih malas sekali belajar obgsin, kecuali karena alasan mau ujian, ujian dan ujian. Mungkin bila tidak ada ujian-ujian tersebut, saya bisa lebih malas lagi..so, I ve got 1 good point for obsgin!! Serangan ujian di minggu awal, cukup baik untuk menumpas segala kemalasan seperti yang tengah saya rasakan. Hohoo..
Sisanya tiap kuliah, saya lebih sering tertidur dibanging menyimak, bahkan saya tidak pernah mencatat kuliah. Alasan: buku catatan saya hilang, diikuti dengan hilangnya semua bulpen-bulpen saya, dan saya tidak peduli. Saya tidak ingin mencatat. Karena saya mengantuk.
Haaah..koas macam apa saya ini??? Cambuk akuuuu!!! CETARRR CETARRR!!
Hari ini kelompok saya dapat giliran untuk memberikan kuliah. Karena tugas ini, akhirnya saya sedikit bisa mengumpulkan semangat untuk belajar.. dan alhamdulillah, presentasinya sukses!! Yippiii!! Im so happy today. Don’t know why. just love this feeling.
Saya bisa membawa perasaan ini sampai akhir masa gestasi obsgin, dan saya lahir dari bagian ini, dengan normal dan tanpa masalah. Amin…
Thank you Allah
song of the day: Colbie Caillat with Fallin' for you
Read More......
